Review: “Dangdut Koplo: Selera Lokal Menjadi Selera Nasional” by Michael H.B. Raditya


Artikel karya Michael membahas mengenai musik dangdut yang keberadaannya di Indonesia menjadi fenomenal. Pada pendahuluan penulis banyak berbicara mengenai eksistensi, hakikat kesenian, arti music dangdut menurut budaya masyarakat setempat, dan cikal bakal musik dangdut. Namun dalam tulisan ini penulis lebih menitik beratkan pada persoalan mengenai musik dangdut koplo yang berasal dari Jawa Timur.
            Dangdut koplo yang terkenal di Jawa Timur perkembangannya banyak sekali dimainkan di daerah Pantura. Makin merebak semenjak artis Pantura yaitu Inul Daratista terkenal dan menjadikan dangdut koplo mengganti peran dangdut di televisi. Melihat dari historisnya bahwa dangdut koplo sering dikait-kaitkan dengan keadaan orang mabuk setelah meminum pil koplo. Hal ini diperkuat dengan goyangan-goyangan penonton ketika mendengar alunan musik koplo yang bergoyang tidak beraturan seperti orang mabuk.
            Menarik dalam tulisan ini bahwa dangdut koplo menjadi konsumsi Nasional karena berbagai hal, mulaidari Inul sampai penjualan VCD. Dangdut koplo bisa dibilang sebagai musik yang diminati oleh kalangan menengah ke bawah dan perkembangan melalui VCD pun kebanyakan bukan VCD dari perusahaan rekaman ternama, hanya perusahaan rekaman yang ada khusu merekan acara pernikahan. Namun VCD ini laku keras di masyarakat karena harga yang cukup jauh berbeda dengan harga kaset VCD asli. Menarik juga bahwa dangdut koplo digemari karena musiknya yang memang sangat cocok untuk masyarakat menengah ke bawah yang butuh hiburan dengan cara goyang. Melalui semua keunikan dangdut koplo yang mengena di hati masyarakat menjadikan musik ini sebagai musik yang digemari dalam skala Nasional.

Komentar